Perbedaan User Interface (UI) dan User Experience (UX)

Kemampuan Akhir yang Diharapkan: Mahasiswa mampu membandingkan Antarmuka (UI) dan Interaksi (UX) serta merinci kriteria dari keduanya.

Indikator Keberhasilan: Mampu mengontraskan perbedaan antara UI dan UX. Mampu merinci kriteria UI dan UX yang baik.

https://dpmptsp.acehprov.go.id/berita/kategori/blog/panduan-untuk-pemula-dalam-memahami-ux-vs-ui

šŸ§‘ā€šŸ’» Pengertian User Experience (UX)

  • Definisi: User Experience (UX) adalah bagaimana perasaan dan pengalaman seseorang saat berinteraksi dengan produk, sistem, atau layanan. Ini mencakup sikap, emosi, dan persepsi pengguna sebelum, selama, dan setelah penggunaan.

  • Fokus: UX lebih fokus pada "Mengapa" dan "Apa" (motivasi, nilai, fungsi) dan pada keseluruhan perjalanan pengguna (user journey) dalam mencapai tujuan mereka.

  • Sifat: UX bersifat internal, subjektif, dan luas (mencakup seluruh aspek produk/layanan, bukan hanya layar).

āœ… Elemen dan Aspek UX yang Baik

UX yang baik harus memenuhi kriteria yang berpusat pada pengguna (User-Centric). Model yang umum digunakan untuk merangkum aspek UX adalah User Experience Honeycomb (Peter Morville).

Kriteria Deskripsi
Berguna (Useful) Produk harus melayani kebutuhan dan menyelesaikan masalah pengguna.
Dapat Digunakan (Usable) Produk harus mudah digunakan, efisien, dan efektif.
Diinginkan (Desirable) Produk harus menarik secara visual dan memiliki unsur emosional (branding, image).
Dapat Ditemukan (Findable) Konten harus mudah ditemukan, baik di dalam sistem (navigasi) maupun di luar sistem (mesin pencari).
Aksesibel (Accessible) Produk dapat digunakan oleh orang dengan berbagai kemampuan (misalnya, penyandang disabilitas).
Kredibel (Credible) Pengguna percaya pada produk dan informasi yang disediakan (kepercayaan, keamanan).
Bernilai (Valuable) Produk harus memberikan nilai bagi bisnis atau organisasi yang membuatnya.

šŸŽØ Dasar-Dasar User Interface (UI)

  • Definisi: User Interface (UI) adalah bagian dari sistem atau produk yang dilihat, disentuh, dan didengar oleh pengguna—semua elemen visual, interaktif, dan tekstual yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan produk.

  • Fokus: UI lebih fokus pada "Bagaimana" (penyajian, tata letak, tampilan visual) dan pada interaksi langsung yang spesifik di layar.

  • Sifat: UI bersifat eksternal, konkret, dan spesifik (tampilan visual, widget, warna, tipografi).

🌟 Kriteria UI yang Baik

UI yang baik harus memastikan interaksi yang lancar, intuitif, dan menyenangkan.

  • Konsistensi (Consistency): Elemen, terminologi, dan urutan tindakan harus seragam di seluruh aplikasi. Ini membantu pengguna belajar dan mengingat cara kerja sistem.

  • Estetika dan Daya Tarik (Aesthetics and Appeal): Tampilan visual harus menarik, profesional, dan sesuai dengan branding (pilihan warna, tata letak, tipografi).

  • Umpan Balik (Feedback): Sistem harus selalu memberi tahu pengguna tentang apa yang sedang terjadi melalui indikator visual atau pesan (misalnya, loading bar, pesan sukses).

  • Pencegahan Kesalahan (Error Prevention): Desain harus membantu pengguna menghindari kesalahan (error) sebisa mungkin, dan jika terjadi, mudah diperbaiki.

  • Jalur Pintas (Shortcuts): Menyediakan cara yang efisien bagi pengguna ahli untuk melakukan tugas (keyboard shortcuts, gerakan khusus).

  • Visibilitas Status Sistem (Visibility of System Status): Pengguna harus selalu tahu di mana mereka berada dalam sistem dan apa yang sedang dilakukan sistem.

  • Fleksibilitas dan Efisiensi Penggunaan (Flexibility and Efficiency of Use): Sistem harus dapat melayani pengguna pemula dan pengguna ahli.

šŸš€ UI/UX Crash Course: Learn Essential Design Principles in 3 Minutes

āš–ļø Perbedaan Utama: UI vs. UX

Ā 

Aspek User Experience (UX) User Interface (UI)
Fokus Utama Perasaan, Emosi, Tujuan, dan Seluruh Perjalanan Pengguna. Tampilan, Interaksi Visual, dan Estetika Produk.
Tanya Jawab Apakah produk berguna dan mudah digunakan? Apakah produk terlihat bagus dan mudah dioperasikan?
Sifat Analitis, Konseptual, Manajerial (Blueprint produk). Kreatif, Visual, Taktis (Cat pada Blueprint).
Contoh Peran Peneliti Pengguna (UX Researcher), Arsitek Informasi (Information Architect), Perancang Interaksi (Interaction Designer). Desainer Grafis, Desainer Web/Aplikasi, Desainer Visual.
Poin Penting User experience mencakup semua titik kontak dengan produk/layanan. User interface adalah media di mana interaksi terjadi.

UI/UX Explained In 8 Minutes | UI/UX Design For Beginners | UI/UX Design Basics | Simplilearn

Kuis

Soal 1: Perbedaan Fokus Utama

Jelaskan mengapaĀ User Experience (UX)Ā sering disebut sebagai konsep yang lebih luas (umbrella concept) daripadaĀ User Interface (UI). Sertakan fokus utama ("Mengapa/Apa"Ā danĀ ā€œBagaimanaā€) dari masing-masing konsep dalam penjelasan Anda untuk menegaskan perbedaannya.

Soal 2: Aplikasi Kriteria UX

Menurut modelĀ User Experience HoneycombĀ (Morville), jelaskan dua aspek kriteria UX (misalnya:Ā Useful,Ā Usable,Ā Desirable,Ā Findable,Ā Accessible,Ā Credible) yang menurut Anda paling krusial dalam menentukan keberhasilanĀ aplikasiĀ e-commerceĀ (jual-beli). Berikan alasan spesifik untuk setiap kriteria.

Soal 3: Penerapan Kriteria UI

Bayangkan Anda adalah seorang Desainer UI yang sedang merancangĀ antarmuka prosesĀ checkoutĀ (pembayaran)Ā dalam sebuah aplikasi. Sebutkan tiga kriteria UI yang baik (misalnya:Ā Konsistensi,Ā Umpan Balik,Ā Pencegahan Kesalahan) yang harus Anda terapkan pada alurĀ checkoutĀ tersebut dan jelaskan bagaimana setiap kriteria tersebut secara langsung meningkatkan interaksi pengguna.

Soal 4: Analisis Permasalahan Desain

Sebuah aplikasi mengalami masalah: Pengguna seringkali kebingungan dan gagal dalam menyelesaikan tugas, meskipun semua tombol yang dibutuhkan (UI elemen) telah dirancang dengan indah dan proporsional.

Analisis masalah ini: Manakah yang lebih dominan menjadi akar masalah, kegagalan dalamĀ UIĀ atau kegagalan dalamĀ UX? Jelaskan argumen Anda.

How to think like a GENIUS UI/UX designer

Analisis bug pada aplikasi

Severity mendefinisikan skala dampak bug tertentu pada aplikasi atau sistem. Intinya, Severity adalah ukuran seberapa kritis bug tersebut dan apa implikasi fungsionalnya terhadap sistem secara keseluruhan. Penilaian Severity bug sepenuhnya terlepas dari kompleksitas perbaikannya. Seringkali, bug dengan Severity tinggi dapat diatasi dengan cepat, sementara masalah kecil mungkin memerlukan upaya perbaikan yang memakan waktu. Penentuan tingkat Severity murni didasarkan pada tingkat pengaruhnya pada pengalaman dan fungsionalitas bagi User akhir, dan bukan pada seberapa sulit tugas perbaikan bagi pengembang.

Studi Kasus 1:

Penentuan Severity dan Priority dari Bug pada Aplikasi Email Anda adalah Quality Assurance Engineer yang bertanggung jawab atas pengujian aplikasi email yang digunakan oleh banyak pengguna. Anda baru saja menemukan bug dalam aplikasi yang mempengaruhi kemampuan pengguna untuk mengirim email dengan lampiran. Deskripsi bug ini adalah: "Ketika pengguna mencoba mengirim email dengan lampiran, lampiran tersebut tidak dapat diunggah dan email tidak terkirim.". Tentukan severity dan priority dari case tersebut, Jelaskan mengapa Anda memilih jawaban tersebut.

Studi Kasus 2:

Penentuan Severity dan Priority dari Bug pada Aplikasi E-commerce Anda bekerja sebagai Quality Assurance Engineer di perusahaan e-commerce yang mengembangkan aplikasi belanja online. Selama pengujian, Anda menemukan bug yang mempengaruhi tampilan halaman produk. Deskripsi bug ini adalah: "Pada halaman produk, gambar produk tidak ditampilkan dengan benar, dan informasi produk terlihat terdistorsi." Tentukan severity dan priority dari case tersebut, Jelaskan mengapa Anda memilih jawaban tersebut.

Tantangan

 Audit Desain Produk Digital

Tugas Kelompok (Tujuan Akhir):

  1. Pilih Produk: Pilih satu produk digital populer (misalnya: Aplikasi transportasi online, platform belajar daring, atau aplikasi perbankan digital).

  2. Identifikasi Kelemahan:

    • Temukan dan identifikasi satu (1) kelemahan desain yang paling menonjol dari perspektif User Interface (UI) (misalnya: tata letak yang buruk, pilihan warna yang tidak kontras, atau font yang sulit dibaca).

    • Temukan dan identifikasi satu (1) kelemahan yang paling menonjol dari perspektif User Experience (UX) (misalnya: proses terlalu panjang, user flow yang membingungkan, atau informasi yang sulit ditemukan).

  3. Usulan Solusi:

    • Untuk kelemahan UI, usulkan perbaikan desain UI spesifik.

    • Untuk kelemahan UX, usulkan perbaikan desain UX (misalnya: mengubah alur navigasi, mengurangi langkah, atau menambahkan fitur).

  4. Sintesis (Poin Kunci): Jelaskan bagaimana solusi UI yang Anda usulkan secara langsung akan mendukung perbaikan UX, dan bagaimana solusi UX yang Anda usulkan membutuhkan implementasi UI yang spesifik agar berhasil.