Halo, Sahabat MARICA!
Siapa yang pernah nonton film Avatar? Di sini, aku akan me-review film Avatar: The Way of Water (2022). Sebelumnya, perlu diketahui bahwa film ini merupakan kelanjutan dari film Avatar pertama yang dirilis pada tahun 2009!
Sebenarnya, aku dulu heran dengan film Avatar dan sempat berpikir, "Film ini apaan, sih? Kok makhluk-makhluk biru ini terlihat menyeramkan..." Maklum, usiaku juga masih muda saat itu dan belum tertarik pada film dengan genre Sci-Fi. Akhirnya, aku mencoba untuk menonton film Avatar pertama dengan mindful sebelum memutuskan untuk menonton Avatar: The Way of Water. Durasi film selama tiga jam itu beneran enggak kerasa sama sekali! Fun fact, aku menonton film tersebut di hari sebelum menonton Avatar: The Way of Water.
Jadi, sebelum me-review film Avatar: The Way of Water, kita ulas sedikit tentang Avatar pertama terlebih dahulu, ya! Bagi teman-teman yang belum menonton film pertama, alangkah baiknya berhenti membaca di sini karena aku akan menceritakan apa yang terjadi di film pertama.
Kilas Balik: Avatar (2009)
Film ini berlatar di luar angkasa, tepatnya di planet yang bernama Pandora. Planet tersebut merupakan kediaman makhluk-makhluk biru avatar, atau disebut sebagai na'vi. Lalu, terdapat manusia-manusia atau disebut sebagai sky people yang memainkan peran antagonis karena berusaha mengeksploitasi mineral berharga yang disebut unobtanium.
Tokoh utama yang bernama Jake Sully memiliki saudara yang berprofesi sebagai ilmuwan. Namun, profesi tersebut bukan sebuah profesi pada umumnya. Sebab, saudara Jake bekerja sama dengan perusahaan yang berusaha mengambil mineral di Pandora dengan meneliti makhluk avatar. Akan tetapi, saudara Jake ini meninggal sehingga tidak bisa melanjutkan penelitian. Uniknya, penelitian ini merekayasa sebuah tubuh yang memungkinkan manusia bertransformasi menjadi na'vi, sehingga bisa lebih mudah berbaur dengan penduduk Pandora. Ditambah, tidak sembarang orang bisa mengikuti penelitian tersebut karena biaya yang sangat mahal. Akhirnya, Jake harus menggantikan saudaranya.
Selama berada dalam tubuh avatar, Jake menjadi lebih akrab dengan budaya dan keindahan di Pandora, sampai timbul konflik yang mengharuskan Jake untuk memilih antara menyelamatkan penduduk na'vi atau melayani spesies manusia sendiri. Karena film Avatar yang kedua telah rilis, sudah jelas juga ya bahwa Jake memilih untuk menyelamatkan penduduk na'vi. Sampai akhirnya, Jake memilih untuk menjadi avatar seutuhnya. Jake pun jatuh cinta dengan salah satu na'vi bernama Neytiri dan akhirnya mereka bekerja sama untuk memberhentikan sky people yang berusaha menghancurkan Pandora.
Avatar: The Way of Water | Official Trailer
Source: YouTube
Bermulanya Avatar: The Way of Water...
Pada film Avatar yang kedua, Jake dan Neytiri sudah membentuk keluarga kecil. Akan tetapi, konflik antara na'vi dan sky people tidak berhenti pada film pertama. Kali ini, sky people kembali dengan niat untuk membalas dendam kepada Jake yang sudah berkhianat. Oleh karena itu, Jake dan keluarganyalah yang menjadi sasaran utama. Hal ini yang membuat Jake dan keluarganya terpaksa untuk meninggalkan klan mereka di Pandora. Akhirnya, Jake dan keluarganya berpindah ke klan lain dan bertemu dengan klan Metyakina, di mana klan tersebut memiliki karakteristik yang mampu beradaptasi di perairan. Mereka pun bekerja sama untuk menyelamatkan Pandora kembali!
Pelajaran dari Avatar: The Way of Water
Tentunya terdapat berbagai pelajaran kehidupan yang dapat diambil dari kisah Avatar: The Way of Water. Oleh karena itu, aku akan menguraikan sekumpulan pelajaran yang aku dapatkan dari film ini, yakni sebagai berikut
- Film ini mengajarkan tentang pentingnya menumbuhkan resiliensi. Navi sangat konsisten dengan integritas mereka untuk melindungi alam Pandora beserta penduduknya, bahkan jika harus melawan perusahaan dan kekuatan militer manusia yang canggih.
- Kalau kita berbuat salah, kita perlu berendah hati dengan mengakui kesalahan tersebut. Manusia tidak ada yang sempurna sehingga apabila ada salah, tentu sangat wajar. Di film ini, anak-anak Jake berani mengakui kesalahan mereka dan bersedia untuk bertanggung jawab.
- Tokoh utama Jake mengajarkan untuk menjadi open-minded. Jake memiliki kemauan yang tinggi untuk mencoba hal-hal baru ketika berusaha beradaptasi dengan kehidupan klan Metyakina yang mostly berkaitan dengan hidup di perairan.
- Dalam problem-solving dan decision making, Jake juga mencontohkan hal tersebut. Ia memiliki sifat moderat ketika mendahulukan kebaikan lebih besar dengan meninggalkan daerah tinggalnya dan melepas status sebagai pemimpin di klan-nya, demi menyelamatkan na'vi serta keluarganya.
- Film Avatar: The Way of Water juga mengajarkan bagaimana berkolaborasi mempermudah pencapaian tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini, Jake dan keluarga beserta avatar klan Metyakina bahu-membahu untuk menyelamatkan Pandora.
Meskipun kebaikan Jake sebagai tokoh utama digambarkan sebagai sosok yang sangat diteladani, ia juga memiliki sisi kekurangan. Menurutku sendiri, didikan Jake terhadap anak-anaknya sedikit terlalu keras. Mungkin karena latar belakang Jake yang dulunya mantan marinir. Lalu, ia kadang sering berprasangka, terlebih jika dalam keadaan marah. Meskipun begitu, Jake juga pasti mengalami begitu banyak tekanan. Secara keseluruhan, sosok Jake ini cocok menjadi teladan sebagai sosok Ayah yang keren dan bijak. Film ini sangat recommended untuk ditonton bersama keluarga!
Kira-kira, apa pelajaran yang teman-teman dapatkan dari film Avatar: The Way of Water? Yuk, tambahkan di kolom kommentar!

Komentar
0 comment