Di hutan yang subur dan lebat, terdapat sebuah lembah terpencil di mana dinosaurus-dinosaurus hidup berdampingan. Namun, di antara mereka, ada satu dinosaurus yang terasa terisolasi yaitu seorang anak dinosaurus Tyrannosaurus Rex yang bernama Rexa.

Rexa adalah seekor anak dinosaurus yang enerjik dan penuh semangat, tetapi dia sering merasa di luar dari kelompoknya. Dia lebih kecil dari dinosaurus Tyrannosaurus Rex lainnya dan sering kali dijauhi oleh mereka. Rexi merasa rendah diri dan kehilangan kepercayaan dirinya.
Suatu hari, ketika sedang berkeliling sendirian di hutan, Rexa tiba-tiba dihadang oleh sekelompok anak dinosaurus yang berbadan cukup besar darinya, “Hei kecil,sedang apa kau? Kerjaanmu hanya berjalan-jalan saja, oh iya jadi dinosaurus yang kecil kan tidak bisa diandalkan ya” ucap salah satu dinosaurus berukuran dan di akhiri dengan ketawa para dinosaurus besar lainnya.

Namun, nasib baik berpihak pada Rexa ketika dua petualang baik hati bernama Mari dan Caca tiba di lembah tersebut. “Ca lihat itu ada dinosaurus kecil yang dihadang oleh dinosaurus besar, mari kita bantu” Ucap Mari setelah melihat kejadian di depannya.

Dengan percaya diri Mari dia sontak berteriak ke arah mereka hingga semua dinosaurus memperhatikannya. “Siapa kamu bocah kecil ikut campur saja” Ucap salah satu dinosaurus besar karena merasa dirinya terganggu dengan teriakannya.
“Kalian tidak boleh mencela teman kalian seperti itu” Ucap Mari, Salah satu dino besar menjawab “Hahaha kenyataannya dinosaurus kecil seperti Rexa ini memang tidak berguna untuk kegiatan para dinosaurus”. Mendengar hal itu Mari mempunyai ide untuk menantang para Dinosaurus besar untuk kompetisi melempar batu ke lingkaran tanah yang nantinya akan dibentuk Mari. Mendengar tawaran tersebut dinosaurus besar menyetujui dengan sikap arogannya.
Mari dan Caca membantu Rexa untuk mengatasi rasa takut dan keraguan yang dia rasakan. Mereka memberinya semangat dan dukungan yang dia butuhkan untuk tetap berkonsentrasi dan percaya diri. Mereka mengajarkan Rexa bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada ukuran atau kekuatan fisik, tetapi juga dalam kepercayaan pada diri sendiri.
Kompetisi pun dimulai, Rexa hanya melawan satu teman dinosaurus yang berbadan besar, mereka diberikan masing-masing 3 batu, barang siapa yang banyak memasukan batu ke dalam lingkaran tanah maka ialah pemenang pada kompetisi ini. Keduanya memiliki 2 skor sama yaitu telah memasukan masing-masing 2 batu ke dalam lingkaran tanah, lemparan batu ketiga diawali oleh Rexa dan berhasil masuk ke dalam lingkaran, melihat Rexa bisa memasukkan batunya, sang dinosaurus besar pun terkecohkan segala konsentrasinya karena di dalam pikirannya hanya ingin cepat memenangkan permainan dan mengalahkan Rexa, namun sangat disayangkan batu ketiga yang dilemparkan oleh dinosaurus besar melesat keluar lingkaran sedikit. Jadi pemenang kompitisi ini yaitu Rexa.

Keberhasilannya dalam menunjukkan kemampuan yang Rexa miliki telah membuktikan bahwa kepercayaan diri seorang dinosaurus tidak hanya terletak pada kekuatan fisik, tetapi juga pada keberanian dan semangat juang yang dimilikinya.
Dengan demikian, Kompetisi Menembak dengan Batu ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi fisik, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun kepercayaan diri dan semangat juang yang tinggi bagi Rexa, dinosaurus yang awalnya merasa rendah diri dan tidak mampu bersaing.
Akhirnya, Rexi mulai merasa percaya diri dan berani. Dia belajar untuk menghadapi tantangan dengan kepala tegak dan hati yang berani. Dengan bantuan Mari dan Caca, Rexa mengubah dirinya menjadi dinosaurus yang kuat dan penuh semangat. Dan berani untuk menunjukkan dirinya di depan teman-temannya dan orang tuanya.


Komentar
0 comment