Papua Barat Daya adalah sebuah provinsi di Indonesia, dan merupakan pemekaran dari provinsi Papua Barat pada tahun 2022. Papua Barat Daya menjadi provinsi ke-38 di Indonesia, dengan ibu kota terletak di Kota Sorong. Papua Barat Daya memiliki luas wilayah 39.167 km2 dengan jumlah penduduk 613.180 jiwa (31 Desember 2023). Saat ini Provinsi Papua Barat Daya dipimpin oleh Gubernur Muhammad Musa'ad (Pj.) sejak 9 desember 2022. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia (resmi), Melayu Papua, Abun, Ambel, Ayamaru, Ma'ya, Moi, Mpur, Samate, Tehit.
https://tirto.id/mengenal-papua-barat-daya-resmi-jadi-provinsi-ke-38-indonesia-gyRw
Papua Barat Daya terletak di ujung barat laut Semenanjung Doberai atau Semenanjung Kepala Burung. Ujung paling barat provinsi ini merupakan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Raja Ampat yang keindahannya sudah mendunia dan memiliki keanekaragaman biota laut yang tinggi sehingga disebut sebagai surganya penyelam. Selain itu, ibu kota Papua Barat Daya dikenal sebagai penghasil minyak dan gas fosil serta sebagai pintu masuk ke Papua dengan pelabuhan yang lengkap dan bandar udara yang menjadikannya salah satu kota paling maju di Papua.
Sejarah
Masa Kesultanan Tidore
https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_Daya
Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat Daya adalah wilayah yang dikenal sejak zaman dahulu karena memiliki pemerintahan tradisional yang dipimpin oleh 'Jaja'. Lalu pemerintahan ini berkembang menjadi kerajaan tradisional dengan migrasi para 'Fun' (raja) suku Ma'ya dari Pulau Waigeo yang juga bersamaan dengan migrasi suku Biak di kepulauan ini. Kemudian dilakukan pengangkatan keempat raja untuk membantu penarikan upeti dan hubungan dagang berbagai wilayah di pesisir Tanah Besar dengan Kesultanan Tidore. Berdasarkan cerita masyarakat yang dicatat Mansoben, Fun Giwar menjadi leluhur raja di Waigeo, Fun Malaban menjadi leluhur raja di Salawati, Fun Bis menjadi leluhur raja di Lilinta . Sedangkan Fun Mo seorang suku Moi dari Sungai Malyat menjadi leluhur raja di Sailolof yang kemudian menikah dengan anak perempuan Raja Waigeo.
Masa Kolonial
https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_Daya
Kesultanan Tidore jatuh ke tangan Belanda di abad ke-17 sehingga seluruh kekuasaan Tidore termasuk Pulau Papua bagian barat dimasukkan ke wilayah Hindia Belanda. Pada masa Hindia Belanda, Papua dianggap memiliki nilai ekonomis yang kecil dibandingkan pulau lainnya sehingga cenderung dilupakan. Namun Pemerintah Belanda menyadari bahwa penjajahan Papua dapat mencegah bangsa Eropa lain mendekati pulau lainnya di Hindia Belanda yang mengganggu monopoli perdagangan terutama rempah-rempah di Kepulauan Maluku. Salah satunya adalah Afdeeling Noord Nieuw Guinea yang berpusat di Manokwari. Afdeeling tersebut dibagi menjadi beberapa onderafdeeling, salah satunya adalah onderafdeeling Sorong yang berpusat di Pulau Doom. Belanda kemudian membangun perkantoran, gereja dan pemukiman serta menata perkotaan di pulau ini sehingga menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan. Papua jatuh ke tangan Jepang di tahun 1942. Pasukan sekutu satu persatu menguasai pesisir utara Papua dimulai dari Jayapura, Biak, dan pulau-pulau selanjutnya hingga terakhir di Sausapor yang berada di Kabupaten Tambrauw. Lapangan terbang kemudian dibangun di Sausapor sehingga menjadi markas sekutu untuk menyerang Maluku dan Filipina.
Masa Pasca Kolonial
https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_Daya
Kepulauan Raja Ampat menjadi saksi dari berbagai pertempuran Indonesia dalam upaya operasi Trikora. Penyusupan pertama ke kepulauan Raja Ampat adalah usaha PG 200 pada 14 September 1961 berjumlah 39 orang dibawah Letnan Jamaluddin Nasution. Sayangnya Letnan Nasution beserta dua orang papua, Gerson Esuru dan Wos Rumaserang gugur dalam usaha ini. Pulau Doom sekarang menjadi ibu kota kecamatan Sorong Kepulauan sedangkan bangunan tua disana dipugar menjadi kantor pemerintah atau dibiarkan terbengkalai. Jumlah penduduk di Sorong juga bertambah dengan dibukanya program transmigrasi oleh pemerintah. Karena Sorong semakin berkembang pesat, pemerintah daerah mengusulkan peningkatan status Sorong menjadi Kota Administratif yang kemudian disetujui Kementerian Dalam Negeri pada tahun 1996. Perebutan ibu kota ini terjadi hingga Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa ibu kota berada di Ayamaru pada tahun 2013. Perpecahan masyarakat masih terjadi, sehingga diadakan pertemuan adat dan akhirnya disetujui bahwa ibu kota berada di Kumurkek pada tahun 2019.
Kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya
|
No |
Kabupaten/ Kota |
Ibukota |
Luas Wilayah (Km2) |
Penduduk |
2017 |
||
|
Distrik |
Kelurahan |
Kampung |
|||||
|
1 |
5.461,69 |
42.991 |
24 |
1 |
259 |
||
|
2 |
8.034,44 |
64.141 |
24 |
4 |
117 |
||
|
3 |
6.544,23 |
118.679 |
30 |
26 |
226 |
||
|
4 |
6.594,31 |
52.469 |
15 |
2 |
121 |
||
|
5 |
11.529,18 |
28.379 |
29 |
- |
216 |
||
|
6 |
- |
656,64 |
284.410 |
10 |
41 |
- |
|
Pariwisata
https://papuabarat.tribunnews.com/2023/03/15/wisata-papua-barat-daya-berapa-biaya-paling-murah-ke-raja-ampat-dari-jakarta
Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung Pulau Papua. Kepulauan ini didatangi penyelam yang tertarik dengan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanan. Kemudian ada Kabupaten Konservasi Tambrauw. Sebagian besar wilayah Tambrauw terdiri dari hutan konservasi, hutan lindung, dan pesisir dengan berbagai macam flora dan fauna yang dilindungi. Karena alamnya yang masih asri dan terjaga dengan baik, Tambrauw memiliki potensi ekowisata yang besar. Burung yang dapat ditemukan di Tambrauw antara lain cenderawasih, mambruk, kakaktua, nuri dan kasuari. Wisata sungai dan danau, Provinsi Papua Barat Daya memiliki banyak sungai dan danau yang menjadi objek wisata alam. Danau dan sungai tersebut memiliki keunikan karena airnya yang jernih berwarna biru atau biru kehijauan serta dikelilingi hutan lebat yang hijau dan masih terjaga kelestariannya. Warna biru dan hijau di danau atau sungai tersebut karena geografinya yang berupa karst yang mengandung banyak mineral seperti gamping yang terlarut di air.

Komentar
0 comment