Abdullah bin Abu Quhafah atau yang lebih dikenal dengan Abu Bakar / Abu Bakr Ash-Shiddiq adalah salah satu pemeluk Islam awal, salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW, dan khalifah pertama yang dibai'at setelah kematian Nabi Islam Muhammad SAW. Abu Bakar merupakan ayah dari Aisyah istri ketiga Nabi Muhammad SAW. Ayah Abu Bakar Bernama 'Utsman bin 'Amir dan ibunya bernama Salma binti Shakhar. Abu Bakar memiliki empat orang istri yang bernama Qutailah, Ummu Ruman, Asma' binti Umais, dan Habibah. Serta enam orang anak, tiga laki – laki bernama Abdurrahman, Abdullah, Muhammad dan tiga Perempuan bernama Asma' binti Abi Bakar, Aisyah, Ummu Kultsum.
https://blog.naufalstore.com/2021/09/khulafaur-rasyidin-khalifah-abu-bakar.html
Sebagai salah seorang pemeluk awal Islam, Abu Bakar telah mengambil berbagai peran besar. Melalui ajakannya, Abu Bakar berhasil mengislamkan banyak orang yang di kemudian hari menjadi tokoh-tokoh penting dalam sejarah agama Islam, di antaranya adalah 'Utsman bin 'Affan yang kemudian menjadi khalifah ketiga. Abu Bakar juga turut serta dalam berbagai perang seperti Perang Badar (624 M/2 H) dan Perang Uhud (625 M/3 H). Kedekatan dan kesetiaannya kepada Nabi Muhammad SAW merupakan satu hal yang sangat melekat pada diri Abu Bakar, terutama saat mendampingi Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan kepatuhannya dalam menerima keputusan Muhamad dalam Perjanjian Hudaibiyah, meski banyak sahabat Nabi kala itu awalnya enggan menyepakati perjanjian tersebut karena dipandang berat sebelah. Abu Bakar dinyatakan sebagai khalifah setelah kematian Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar menjadi khalifah pertama umat Islam yang menjadi awal dari Kekhalifahan Rasyidin. Masa kekuasaannya yang singkat, dipusatkan pada pemadaman pemberontakan Klain Arab yang berselisih paham dengan kekhalifahan Abu Bakar serta membantu membukukan Al Qur'an untuk pertama kalinya. Dalam memerintah, Abu Bakar berusaha mengeluarkan kebijakan yang tidak berbeda dengan Nabi Muhamad SAW, seperti penolakannya untuk mencopot Khalid bin Walid dari kedudukannya sebagai panglima.
Bentuk Perjuangan Abu Bakar Selama Menjabat sebagai Khalifah
1. Berhasil Mengatasi Krisis dan Perpecahan
https://www.ayoksinau.com/sejarah-abu-bakar-as-siddiq/
Dikutip melalui buku Abu Bakar Ash-Shiddiq karya Abdul Syukur al-Azizi bahwa dalam masa awal kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang kurang lebih satu tahun, terjadi banyak sekali perpecahan dan krisis yang terjadi di antara kalangan umat Islam. Penyebab perpecahan ini secara umum adalah karena Nabi Muhammad SAW tidak lagi memimpin dakwah dan umat Islam secara umum. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq kemudian menyatukan pasukan-pasukan yang dipergunakan untuk mempertahankan eksistensi kepemimpinan umat Islam. Pasukan yang dibentuk ini kemudian dipimpin oleh para panglima yang ditunjuk langsung oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dengan fokusnya memperkuat pondasi sekaligus eksistensi masa kekhalifahan, Abu Bakar Ash-Shiddiq berhasil dalam melakukan tujuannya tersebut. Alhasil dengan langkah yang diambilnya tersebut membuat kekhalifahan pada tahun-tahun berikutnya dapat melakukan jihad dan ekspansi Islam.
2. Melanjutkan Jihad Rasulullah SAW
https://www.muslimahnews.com/2021/05/06/ekspedisi-militer-pertama-khalifah-abu-bakar-ash-shiddiq/
Rasulullah SAW selalu memperjuangkan Islam, salah satunya adalah menggunakan jalur jihad. Jihad sendiri dapat berupa dakwah maupun perlawanan kepada kaum yang zalim. Islam bukan untuk satu suku, satu kelompok, atau satu bangsa, melainkan untuk seluruh umat manusia. Oleh karena itu, umat Islam memiliki kewajiban untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain, dan harus terus menerus berjuang untuk menghadang semua yang mencoba mencegah dakwah Islam. Disebutkan melalui berbagai riwayat bahwa tidak ada yang lebih mendekati Rasulullah SAW dalam penyebaran Islam kecuali Abu Bakar Ash-Shiddiq.
3. Berdakwah dan Menaklukkan Negeri Lain Tanpa Kekerasan
https://www.youtube.com/watch?v=Ur6vRmJNJJ4
Abu Bakar Ash-Shiddiq melakukan dakwah yang sama seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Abu Bakar RA berdakwah tanpa membuat masyarakat yang dituju merasakan kekerasan sedikit pun apalagi atas nama Islam. Kelembutan perilaku dari Abu Bakar Ash-Shiddiq bahkan hingga membolehkan masyarakat non-muslim agar tetap meyakini agama mereka. Namun, agar masyarakatnya teratur, Abu Bakar Ash-Shiddiq kemudian menerapkan perjanjian kepada umat non-muslim. Adapun isi dari perjanjian adalah sebagai berikut: Membayar jizyah kepada umat Islam, tidak bisa mengikuti perkejann seperti pasukan/militer Islam, tidak boleh memberikan ancaman kepada agama dan umat Islam, boleh memeluk agama lain, namun ketika akan berpindah agama akan hanya diperbolehkan untuk berpindah ke agama Islam.

Komentar
0 comment