Permasalahan sampah plastik sudah menahun hingga penyelesaiannya membutuhkan proses panjang dan keterlibatannya semua manusia. Banyak gerakan dari para aktivis lingkungan untuk mengurangi sampah yang sulit didaur ulang ini. Butuh tiga bulan lamanya untuk mengumpulkan dan membangun instalasi yang menggunakan lebih dari 10.000 sampah plastik, mulai dari botol, tas, sachet, dan sedotan plastik yang dikumpulkan dari sungai dan pantai yang tercemar. Instalasi dimulai dari terowongan 4444 sepanjang 10 meter. Terowongan itu dibangun dari sampah plastik yang dikumpulkan dari beberapa sungai sekitar Gresik selama tiga tahun. Pada bagian tengah pameran berdiri patung Dewi Sri, dewi kemakmuran yang diyakini oleh masyarakat Jawa. Rok panjang Dewi Sri terbuat dari sachet barang-barang rumah tangga sekali pakai. Saat ini, museum sampah plastik telah menjadi lokasi yang populer. Pengelola menggelar Pameran bertajuk "3F" (Fish Fersus Flastik) tersebut, berlangsung di ruang terbuka di daerah Kabupaten Gresik, Jatim. Hingga saat ini, lebih dari 500 pengunjung telah berkunjung ke museum.
Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS), sampah plastik yang ada di Indonesia dapat mencapai 64 juta ton per tahun. Sementara itu, 85.000 ton kantong plastik yang dibuang ke lingkungan sekitar bahkan bisa sebanyak kurang lebih 10 miliar lembar per tahun .Dalam hal ini beberapa lembaga turut aktif berpartisipasi dan berkampanye dalam menanggulangi perihal sampah plastik, seperti Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation). Mereka adalah lembaga swadaya masyarakat yang fokus bertujuan dalam perlindungan ekosistem lahan basah seperti di Sungai. Lembaga ini didirikan sejak tahun 2000 dan pernah mendapatkan penghargaan Gold Month Environment dari Barack Obama selaku Presiden Amerika Serikat.Ecoton mengembangkan sebuah ide untuk membuat museum dengan bertema bahan dasar dari plastik. Berawal dari menemukan ribuan kantong dan botol plastik di beberapa sungai besar di Jawa Timur seperti Mangrove Wonorejo, Kali Brantas dan beberapa Sungai di sekitar Surabaya. Bahkan Ecoton juga melakukan survei kepada anak-anak sampai remaja di perkotaan mengenai pola konsumsi minuman kemasan plastik yang dapat menghasilkan sampah kurang lebih sebanyak 4.400 dalam tiga tahun, jika mereka setiap harinya mengkonsumsi tiga botol.
Museum plastik berlokasi di sebuah tanah kosong yang dimiliki oleh Ecoton sendiri, tepatnya di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Wringinanom, Gresik. Lebih detail, lokasinya memang berada di pinggir sungai.

Komentar
0 comment