Review Cerita: Kisah Nabi Ayub, Nabi Paling Sabar
Review Cerita: Kisah Nabi Ayub, Nabi Paling Sabar
1
2,026
views
Apa jadinya jika seorang nabi diberikan ujian yang bertubi-tubi, apakah ia akan setia dengan imannya? atau malah mengeluh?

Nabi Ayub merupakan salah satu nabi yang dikenal karena kesabarannya yang besar dalam menghadapi ujian. Nabi Ayub adalah seorang yang sangat kaya dan diberkati dengan keluarga yang bahagia. Namun, Allah menguji iman dan kesetiaannya dengan mencabut semua kekayaannya dan kesehatannya, meninggalkannya dalam keadaan yang sangat menderita. Meskipun mengalami penderitaan fisik yang parah dan kehilangan harta serta keluarganya, Ayub tetap bersabar dan tidak pernah mengeluh. Kesabaran dan keteguhannya dalam menghadapi ujian Allah menjadi bagian penting dari kisahnya.

Nabi Ayub merupakan lelaki dengan paras yang rupawan, sabar, bijaksana, dan cerdas. Sejak kecil, Nabi Ayub telah terbiasa bekerja sehingga ketika ia dewasa, segala jenis usaha yang dikelolanya semakin sekses. Nabi Ayub memiliki ribuan ternak, bangunan, dan tanah yang sangat luas.

Nabi Ayub menikah dengan Siti Rahmah, putri Afraim bin Yusuf. Rahmah merupakan wanita yang cantik dan Saleh. Rumah tangga mereka dikaruniai 12 anak yang saleh dan rupawan.

Meski hartanya melimpah dan diberikan kenikmatan hidup yang tak ada habisnya, Nabi Ayub tidaklah sombong. Ia tetap hidup sederhana dan tidak pernah menutup mata pada orang-orang yang membutuhkan. “Terima kasih tuan, semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepadamu” begitulah doa yang selalu diucapkan orang-orang yang ditolong oleh Nabi Ayub.

Iman dan takwa Nabi Ayub yang begitu kuat membuat iblis tidak senang, iblis kemudian meminta kepada Allah agar mereka diberikan kekuatan untuk menggoda Nabi Ayub.

Iblispun akhirnya menyebarkan derita, satu per satu ternak milik Nabi Ayub mati. Tak hanya itu, dalam waktu singkat pula kehidupan Nabi Ayub dan keluarganya tiba-tiba saja berubah, seluruh hartanya hilang dalam sekejap.

Dalam setiap kesempatan iblis selalu menggoda Nabi Ayub untuk mengikutinya. Namun, Nabi Ayub tidak tergoda, ia tetap bersabar dan mengharap pahala serta berzikir di pagi, siang, ataupun malam hari. Merasa usahanya gagal, iblis akhirnya memberikan derita lagi kepada Nabi Ayub. Mereka menciptakan bencana besar yang merobohkan rumah Nabi Ayub, dalam peristiwa ini keluarga Nabi Ayub meninggal dunia dan seketika itu juga Nabi Ayub kehilangan semua anak tercintanya.

Kini Nabi Ayub tinggal dirumah yang sederhana, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka harus bekerja dengan keras. Meski dengan kondisi yang serba kekurangan, Nabi Ayub tetap taat, ia tetap berdakwah mengajarkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Sikap dermawannya pun tidak pernah berkurang, ia tetap berbagi meskipun hanya sedikit.

Namun, setelah beberapa musibah yang menimpanya, datang lagi musibah baru untuk menguji Nabi Ayub.Seluruh tubuh Nabi Ayub mengeluarkan nanah dari kulit kepala sampai kaki, hingga membuat Nabi Ayub tidak bias melakukan apa-apa.

Bertahun-tahun kemudian Nabi Ayub belum juga sembuh dari penyakitnya, sang istri mulai merasa putus asa. Istri Nabi Ayub tergoda oleh bujuk rayuan  iblis, ia mengadu kepada Nabi Ayub mengenai cobaan yang menimpanya selama bertahun-tahun. Nabi Ayub merasa kecewa karena istrinya telah tergoda oleh bujukan iblis, kemudia Nabi Ayub pun bersumpah “kalau Allah telah menyembuhkanku, akan kupukul kamu 100x” ucap Nabi Ayub.

Cobaan ini terus berlajut hingga 18 tahun dan Nabi Ayub tidak pernah sekali pun mengeluh meskipun dikucilkan oleh orang-orang. Suatu ketika Nabi Ayub berdoa kepada Allah SWT, dan Allah SWT mengabulkan doanya dengan menurunkan firmannya “Hentakanlah kakimu ke atas bumi, niscaya akan muncul air yang sejuk, mani dan minumlah makan penyakitmu akan sembuh”

Penyakit Nabi Ayub akhirnya sembuh dan ia merasa beryukur atas mukjizat yang telah Allah SWT berikan. Di tengah kevahagiaan itu Nabi Ayub teringat dengan sumpah yang telah ia buat ketika sakit. Tapi, ia tidak tega jika harus memukul istrinya sebanyak 100x. Allah SWT kemudian menurunkan firmannya lagi “ambillah seikat jeram dan pukullah dengannya, maka tidaklah engkau berdosa dalam melaksanakan sumpahku”. Dengan firmah tersebut akhirnya hukuman yang diterima istri Nabi Ayub diringankan.

Setelah cobaan-cobaan yang berhasil dilaluinya, Nabi Ayub dikaruniai kekayaan dan keturunan berkali lipat dari yang pernah dimilikinya. Nabi Ayub juga memulai dakwahnya kembali, menyebarkan ajaran agama islam. Semua ini merupakan rahasia dibalik kesabaran dan keteguran hati serta sikap lapang dada yang dimiliki oleh Nabi Ayub.

Nah, itulah kisah singkat tentang Nabi Ayub, kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran, kepercayaan kepada Allah, dan bersyukur dalam segala keadaan. Meskipun diuji dengan cobaan yang luar biasa, termasuk kehilangan harta, kesehatan, dan keluarga, Ayub tetap tegar dan tidak pernah kehilangan iman. Kesabaran dan keteguhan hatinya akhirnya dihadiahi oleh Allah dengan pemulihan kesehatan dan kekayaannya, menegaskan bahwa Allah selalu mengasihi hamba-Nya yang setia. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan, dan sikap kita terhadapnya adalah cerminan dari keimanan dan keteguhan hati kita.

Kisah Nabi Ayyub - Manusia Paling Sabar | Kisah Teladan Nabi | Cerita Islami | Cerita Anak Muslim

What's your reaction?

Komentar

https://teman.marica.id/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!

Facebook Conversations